Kamis, 09 Maret 2017

SABUNG AYAM BUDAYA WARISAN LELUHUR BANGSA INDONESIA



     Sabung ayam sudah menjadi budaya yang cukup mengakar di masyarakat Indonesia. Hari ini hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki komunitas sabung ayam sendiri. Meski banyak menuai kontroversi, toh seni bertarung ayam jantan ini masih disukai oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini. Awalnya, tidak semua daerah di Indonesia mengenal permainan sabung ayam. Hanya di daerah tertentu saja yang dekat dengan pusat perdagangan yang memiliki tradisi ini.

      Kemudian seiring dengan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain, semakin merata juga penyebaran sabung ayam di Indonesia. Dari zaman dulu Jawa dianggap sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terpesat. Oleh karena itu tradisi sabung ayam di wilayah Jawa sudah berkembang.

      Ada legenda Cindelaras. Diceritakan bahwa kala itu seseorang bernama Cindelaras memiliki ayam sakti yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Raja Jenggala yang mendengar hal itu ingin mengadu ayam miliknya dengan ayam milik Cindelaras. Ia bertaruh untuk memberikan setengah kekayaannya jika kalah. Namun sebaliknya, jika ia menang Cindelaras akan dihukum pancung.

       Pertarungan itu menghasilkan ayam sakti Cindelaras sebagai pemenang. Alhasil sang Raja harus menyeahkan separuh hartanya kepada Cindelaras. Sejak saat itu permainan sabung ayam jadi populer di kerajaan Jenggala dengan ikonnya ayam Cindelaras.

         Tradisi sabung ayam juga telah lama dikenal oleh masyarakat bugis. Bahkan ada mitologi di sana bahwa ayam jantan adalah simbol kekuatan dan keberanian. Kita tahu salah satu pahlawan dari bugis Sultan Hassanudin mendapat julukan ‘ayam jantan dari Timur’.

         Di Bali, sabung ayam erat kaitannya dengan ritual keagamaan masyarakat setempat. Umat Hindu di Bali selalu mengadakan sabung ayam setiap acara keagamaan di sana. Mereka percaya bahwa sabung ayam adalah pertarungan yang suci yang dapat mempererat hubungan mereka dengan Alam dan Dewa-Dewa. Hingga saat ini pun sabung ayam masih dilakukan di Bali walaupun ada yang sudah meninggalkan unsur religiusitasnya.
Itulah sejarah sabung ayam dari beberapa tempat di Indonesia. Saat ini sabung ayam tidak bisa lepas dari budaya orang Indonesia.

AYAM PETARUNG DI INDONESIA



     Indonesia memiliki beberapa jenis ayam yang khas. Banyak diantara jenis ayam itu adalah ayam petarung yang tangguh. Ayam-ayam itu sering diturunkan ke arena sabung ayam melawan ayam dari keturunan luar Indonesia.

Ayam Ciparage

Sesuai namanya ayam Ciparage berasal dari daerah Ciparage Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sepintas tubuhnya mirip dengan ayam Bangkok namun denga ukuran yang sedikit lebih kecil. Gaya bertarung ayam Ciparage banyak disukai oleh penggemar sabung ayam. Pukulannya kuat dan bertubi-tubi. Ia sering mengincar leher dan kepala lawannya. Ayam ini tidak mudah terkena serangan karena memiliki kecepatan mirip ayam Birma.

Ayam Black Sumatera

Ayam ini berwarna hitam dan berasal dari hutan pedalaman Sumatera seperti terlihat dari namanya. Ekornya yang panjang dan lebat serta bulunya yang berwarna hitam legam membuat banyak orang mengira bahwa Black Sumatera adalah ayam hias. Namun kemampuan bertarung ayam ini tidak bisa dianggap remeh. Bahkan jenis ini termasuk salah satu yang terkuat di Indonesia. Salah satu kareakteristiknya adalah tajinya yang berukuran lebih panjang dari jenis ayam lain.

Ayam Bali

Ayam Bali memiliki cirri khusus dimana lehernya tidak ditumbuhi bulu. Biasa disebut juga ayam trondol. Di balik penampilannya yang ‘nyentrik’, ayam ini menyimpan keahlian bertarung yang bagus. Tubuhnya besar dan tegak. Perawakannya kokoh dan memiliki stamina yang kuat. Sangat cocok untuk dijadikan sebagai ayam petarung.
Ayam Gaok
Ayam Gaok berasal dari Sumenep, Madura. Fisiknya terlihat sempurna untuk seekor ayam petarung, besar dan tegap. Jenggernya lebih besar dari ayam jago biasanya sehingga ayam Gaok sering disebut mirip dengan ayam Pelung.

Ayam Tolaki

Ayam lokal ini berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Ukurannya yang kecil membuatnya lincah saat bertarung. Walaupun kecil bukan berarti ayam Tolaki mudah dikalahkan. Justru ayam ini memiliki kaki yang kokoh. Ini membuat keseimbangannya terjaga saat bertarung. Paruhnya lebih pendek daripada ayam petarung lain dan biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus mirip jambang.
Itulah beberapa ayam petarung yang ada di Indonesia beserta penjelasan singkatnya. Untuk penjelasan lebih detail, baca di artikel-artikel berikutnya.

Jumat, 03 Maret 2017

SEJARAH AYAM PETARUNG DI BEBERAPA NEGARA

Ayam adalah salah satu hewan yang persebarannya menyeluruh ke penjuru dunia. Ini karena hewan yang termasuk jenis unggas ini bisa beradaptasi di berbagai macam iklim dan cuaca. Namun, tidak semua ayam memiliki karakteristik petarung. Dan hanya sedikit Negara di masa lalu yang mengenal tradisi tarung ayam. Itulah mengapa tidak setiap Negara memiliki ayam ras tertentu yang memiliki keunggulan. Hanya di beberapa Negara dimana tradisi sabung ayam sangat kuat yang memiliki jenis ayam petarung tertentu.
Di Asia tradisi sabung ayam kuat mengakar di Asia Tenggara. Beberapa Negara seperti Thailand, Vietnam, Filipina, dan Myanmar (Burma) memiliki ayam ras lokal yang mendunia. Misalnya saja ayam Bangkok dari Thailand. Banyak yang mengklaim ayam Bangkok adalah hibrida ayam terkuat saat ini. Sekitar 1500 tahun SM, orang China mengadu ayam miliknya dengan ayam orang lain yang berasal dari daerah Thailand. Ayam dari Thailand itu mampu mengalahkan ayam lokal China. Saat itu tidak ada ayam China yang mampu mengalahkan ayam dari Thailand (Bangkok).

Untuk mengalahkannya, orang China berinisiatif untuk mengawin silangkan ayam dari Thailand dengan ayam hutan dari China. Anakan ayam hasil persilangan itu ternyata mampu mengalahkan ayam Thailand yang sebelumnya tidak terkalahkan. Nah hibrida ayam itulah yang sekarang dikenal dengan ayam Bangkok (Thailand).

Dari luar Asia ada pula beberapa ras ayam petarung dari Amerika Latin. Mereka diantaranya ayam Brazil dan Ayam Peru. Ayam Brazil awalnya adalah ayam Thailand yang dibawa ke Brazil. Di sana ayam disilangkan dengan ayam lokal sehingga menghasilkan ayam jenis baru yang berbeda dari leluhurnya di Thailand. Beberapa karakteristiknya masih sama dengan ayam Thailand dengan beberapa karakter baru.


Ayam petarung dari Jepang yang terkenal yaitu Shamo konon leluhurnya berasal dari ayam petarung Asia Tenggara. Asal usulnya adalah orang Jepang membawa ayam dari negeri Sham (Siam / Thailand) karena kehebatannya saat bertarung. Di Jepang ayam tersebut berkembang biak hingga menghasilkan jenis ayam baru yang orang Jepang menyebutnya Shamo.

AWAL SEJARAH SABUNG AYAM DI DUNIA

Tradisi sabung ayam di dunia ternyata sudah berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Menurut Wikipedia sabung ayam pertama kali dilakukan di India 6000 tahun yang lalu, tepatnya di lembah sungai Indus. Saat itu, masyarakat yang tinggal di Lembah sungai Indus menjadikan sabung ayam sebagai permainan atau game dalam bahasa Inggris. Bahkan salah satu kota yang terletak di kawasan lembah sungai Indus bernama Kakuta. Nama itu diambil dari kata Kukkutarma yang berarti kota Ayam (the city of cockerel).

Dari dataran India tradisi sabung ayam meluas ke penjuru benua Asia, terutama China dan Persia. Bahkan sabung ayam telah sampai di Eropa sekitar tahun 500 SM, tepatnya di Yunani. Kemudian pengaruh peradaban Yunani Kuno yang kuat di Eropa membuat tradisi sabung ayam sampai ke kerajaan besar saat itu, Romawi. Di Romawi sabung ayam disukai banyak orang. Menjadikan setiap pertarungan menjadi tontonan yang menarik banyak orang. Banyak yang membuat perbandingan antara pertarungan Gladiator dengan sabung ayam.

Ada pula yang menemukan bahwa pertarungan antar unggas (bird fight) sudah ada di sekitar Jerusalem, Israel, pada abad 7 sebelum Masehi. Ada beberapa lukisan yang diduga dari abad tersebut yang menggambarkan dua ayam jago sedang berhadapan seakan hendak bertarung. Hal itu bisa saja terjadi mengingat abad 5 SM, sabung ayam sudah ada di Yunani. Dari Asia (India, China, Persia) menuju Eropa mestilah melewati Timur Tengah. Di sekitar tahun itu, peradaban di Jerusalem lah yang paling maju diantara negeri lain di wilayah Timur Tengah.


Berawal dari persebaran itu, tradisi sabung ayam merambah ke penjuru dunia di abad-abad berikutnya. Namun perlu waktu berabad-abad untuk permainan sabung ayam dikenal di seluruh dunia. Benua Amerika, baik Amerika Utara maupun Amerika Selatan, mendapat jatah paling akhir terpengaruh tradisi sabung ayam. Permainan sabung ayam baru di kenal di Amerika sekitar abad 15 M. Tradisi itu dibawa oleh orang Eropa mengikuti eksodus orang Eropa ke Amerika Utara maupun Amerika Latin.

Rabu, 18 Mei 2016

ASAL USUL DAN SEJARAH SABUNG AYAM DI DUNIA

Sejarah Sabung Ayam Di Dunia


Pertarungan ayam atau banyak dikenal dengan nama Sabung Ayam atau Adu Ayam dianggap sebagai olahraga hewan yang sangat tua di dunia, bahkan dilakukan sebelum era penyebaran agama kristen (era Sebelum Masehi). Diawali dari bangsa Roma yang kemudian secara berurutan melanda Persia (sekitar 500 SM), Eropa dan Yunani. Di Eropa, kegiatan Sabung ayam mulai dikenal pada tahun 55 SM, saat Roma menyerang Inggris. Sabung ayam di Eropa merupakan hobi yang diminati oleh bangsawan dan kaum proletar.  Sabung ayam merupakan olahraga ayam populer pada masa itu, dan termasuk olahraga yang dilarang di banyak negara, termasuk di Amerika. Sedangkan di Spanyol dan Perancis, kegiatan ini masih dianggap legal.

PERTARUNGAN KUNO DAN KLASIK
Berdasarkan penelitian, ayam dipelihara pertama kali pada 6000 tahun yang  lalu di Cina. Sedangkan bukti tertulis kegiatan adu ayam ditemukan sekitar 1500 SM. Budaya ayam petarung pada masa itu dianggap sebagai seni dan perdagangan unggas yang menguntungkan. Pada masa itu, kegiatan adu ayam  menjadi hobi favorit di Mesir. Sedangkan pada masa puncak kejayaan Yunani, jendral Themistocles menggunakan strategi kesiapan perang dengan  sering  memperlihatkan kegiatan adu ayam sebelum dilakukan perang pada esok harinya, tujuannya adalah agar anak buahnya mau menunjukkan sifat berani seperti layaknya ayam pada saat bertarung
Mempelajari sejarah sabung ayam, maka kita akan mempelajari kembali Era Klasik. Sebelum menjadi salah satu jenis olahraga pertarungan, ayam dianggap sebagai binatang yang mengagumkan dan menggambarkan rasa hormat pemiliknya. Pertarungan ayam di Era Klasik, dianggap sebagai subyek ibadah. Bangsa suriah kuno menjadikan ayam sebagai sesembahan. Contoh sesembahan kuno; Sabung ayam diadakan di kuil-kuil dan ayam yang mati kalah tarung siap untuk disajikan kepada para Dewa. Ayam itu akan ditempatkan di kuali emas, direndam dalam gusi dan rempah-rempah. Kemudian, diletakkan di mezbah untuk dibakar, dan sisa abu pembakaran dimasukkan dalam guci/pot emas. Sedangkan bangsa Yunani dan Romawi kuno mengaitkan pertarungan ayam dengan kekuatan dewa Apollo, Mercury dan Mars.

SEJARAH AYAM PETARUNG DI BERBAGAI NEGARA

1.    Roma
Olahraga adu ayam sudah ada di Roma sekitar tahun 450 SM. Penulis terkenal Romawi Klasik seperti Varro dan Columella telah menulis tentang sabung ayam. Mereka menceritakan bahwa pertarungan ayam terbaik datang dari Rhodes (seorang penulis terkenal di Yunani). Selain itu mereka juga menceritakan bahwa Julius Caesar sangat menyukai adu ayam selama invasi pertamanya di Inggris tahun 55 SM, ia melihat bahwa Ingrris terus mengadakan permainan ayam tujuannya hanya untuk mengadu ayam, dan pertarungan ayam di Inggris jauh lebih baik dibandingkan di Roma.

2.    Inggris
Pertarungan ayam di Inggris dikenalkan sejak periode Raja Henry II (1154-1189). Banyak Raja di Inggris seperti James I, William III dan Charles II yang menyukai pertarungan ayam. Raja Henry VII bahkan membangun arena aduan di Istana Whitehall di Westminster. Pertarungan ayam juga menjadi olahraga nasional pada masa itu, dibuktikan dengan diadakannya sekolah eksklusif sabung ayam, dimana para pengajar akan memberikan pengetahuan tentang cara berternak, merawat dan memelihara kondisi ayam. Pada puncak popularitasnya, bahkan para pendeta mengupayakan agar sabung ayam digelar di pelataran gereja. Pada tahun 1654, sabung ayam dinyatakan ilegal di Inggris oleh penegak hukum Oliver Cromwell. Tapi para bangsawan dan masyarakat terus mengabaikan larangan tersebut, dan pertarungan masih diselenggarakan di seluruh Inggris. Kemudian pada tahun 1849, masa pemerintahan Ratu Victoria, pertarungan ayam berakhir dengan UU Pencegahan Kekejaman pada Hewan. Namun, sampai saat ini, sabung ayam ilegal masih berkembang di seluruh Inggris.

3.    Amerika
Olahraga sabung ayam di Amerika, sebenarnya merupakan kelanjutan dari budaya sabung ayam tua Dunia Lama. Presiden terkenal seperti George Washington, Thomas Jefferson, Andrew Jackson dan Abraham Lincoln sangat menyukai olahraga ayam yang satu ini. Sabung ayam bahkan diterima secara sosial dan mendorong para pria memiliki komunitas ayam petarung dan menjadi ahli. Pada suatu masa, Amerika menjadi pusat kegiatan acara adu ayam, bahkan dilakukan di istana kepresidenan. Kegiatan pertarungan ayam hampir dianggap sebagi lambang nasional. Sabung ayam adalah olahraga paling populer kedua setelah balap kuda. Berbagai kalangan masyarakat akan hadir jika diadakan kegiatan ini. Sabung ayam mencapai puncaknya di British Amerika Utara antara tahun 1750 dan 1800. Sabung ayam itu cukup populer di seluruh Amerika Utara tetapi sangat populer di negara-negara selatan terutama di negara bagian Louisiana. Ayam petarung Amerika dipelihara dan dikembangbiakan serta diseleksi di arena aduan untuk menghasilkan kualitas pertarungan yang diinginkan. Kegiatan sabung ayam di Amerika telah menghasilkan ayam petarung yang sangat khas seperti yang terkenal Hatch, Kelso, Whitehackles dan jenis lainnya. Banyak keturunan ayam aduan yang diberi nama sesuai dengan nama penemunya. Kegiatan sabung ayam menurun ketika Perang Saudara dimulai. Setelah Perang Revolusi, beberapa warga Amerika Serikat memandang sabung ayam sebagai sisa buruk dari budaya Inggris dan menganjurkan untuk meninggalkannya. Saat ini, sabung ayam masih berlangsung, meskipun dilarang di sebagian besar negara-negara Barat masih berlangsung di AS, kebanyakan dilakukan oleh imigran

4.    Asia.
Banyak negara telah mengembangbiakkan keturunan ayam aduan. Di Asia, banyak dikembangkan dari jenis Melayu, Aseel dan OEG untuk menghasilkan ayam yang tangguh. Beberapa ayam aduan sangat indah bentuknya, khususnya keturunan ekor panjang. Negara-negara seperti Jepang dan Indonesia memiliki banyak ayam aduan ternakan asli; beberapa masih terkenal, seperti Sumatera dari Indonesia, Kulang Asil di India dan varietas Shamo seperti Yakido di Jepang. Sering kali orang tidak menyadari bahwa keturunan seperti Sumatera dan Satsumadori merupakan dimulainnya ayam aduan.

SISI LAIN DUNIA AYAM PETARUNG

Di banyak negara sabung ayam dianggap ilegal dan terlarang. Hal ini terjadi karena sabung ayam identik dengan kegiatan perjudian yang dikhawatirkan mengganggu kehidupan sosial ekonomi dalam rumah tangga. Namun demikian, sisi lain kegiatan sabung ayam juga dianggap dapat melestarikan keturunan ayam yang tangguh dan berkualitas sebagai warisan budaya. Banyak peternak di seluruh dunia, mengembangbiakkan keturunan ayam yang unggul, kuat dan berani. Yang terpenting dari kegiatan pertarungan ayam adalah memunculkan species ayam yang berkarakter dan kuat.