Tampilkan postingan dengan label AYAM PETARUNG DI TANAH JAWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AYAM PETARUNG DI TANAH JAWA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

AYAM PETARUNG DI TANAH JAWA



           Ayam petarung banyak sekali jenis dan asalnya. Dari mulai dalam negeri sampai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis ayam petarung. Ayam-ayam tersebut berasal dari beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan lain-lain. Setiap daerah memiliki ayam petarung dengan karakteristik yang berbeda dengan daerah lain. misalnya; ayam petarung Sumatera berbeda dengan ayam petarung Madura, ayam petarung Jawa berbeda dengan ayam Bali, ayam petarung Kalimantan berbeda dengan ayam Sulawesi dan lain sebagainya.

           Ayam dari pulau Jawa kebanyakan bukan dari ras petarung. Tidak sedikit dari ayam yang ada di Jawa adalah ayam kampung (jago jawa) dan dianggap tidak memiliki kemampuan bertarung sehebat ayam lainnya. Hal ini karena kebanyakan mental bertarung ayam jawa tidak sehebat dengan ayam petarung lainnya khususnya seperti ayam Bangkok, ayam Shamo, maupun ayam Aseel yang memiliki mental baja dalam bertarung. Namun ada juga ayam kampong Jawa yang kualitas bertarungnya baik, misalnya adanya legenda ayam Cidelaras, legenda ayam Ciung Wanara, dan ayam Ciparage. Ayam Ciparage juga ayam khas Jawa tepatnya Jawa Barat di daerah pesisir utara.

           Meskipun tergolong ayam petarung, Ayam Ciparage tidak memiliki tubuh yang tinggi tegap. Ukuran tubuhnya lebih kecil dan pendek dibanding ayam petarung lainnya seperti ayam Bangkok atau ayam Filipina. Dengan tubuh kecilnya itu ayam Ciparage bertarung mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Pukulannya memang tidak kuat, tapi akurat dan bertubi-tubi. Sehingga bisa membuat lawan tidak bisa menyerang balik sampai akhirnya KO.
Ayam Jawa lain bukan tipe ayam petarung. Sering kali pada waktu ditarungkan dengan ayam yang memang berkarakter petarung, ayam hanya akan bertahan sebentar lalu kabur karena tidak kuat menahan pukulan. Tetapi, ada juga ayam ‘blasteran’ Jawa Bangkok atau biasa disebut cokolan yang berasal dari beberapa daerah di pulau Jawa.
Aslinya, ayam Bangkok Jawa bukan berasal dari ras ayam Jawa melainkan Thailand / Bangkok. Namun, karena sudah dipelihara dan dikembangbiakkan di Jawa, sudah tidak terlalu kelihatan lagi embel-embel ‘Bangkok-nya’. Misalnya yang cukup terkenal adalah ayam Bangkok Kebumen. Seorang pecinta ayam petarung membawa ayam petarung unggul dari Thailand untuk dipelihara di daerah Gombong Kebumen. Hingga saat ini populasinya cukup banyak dan diminati juga oleh para pecinta sabung ayam.

Kita tahu ayam petarung di tahah Jawa memang tidak banyak jumlahnya. Namun justru di pulau Jawa budaya sabung ayam berkembang cukup pesat.